IndoHolic

Anak Indonesia itu bisa berkreasi dengan caranya sendiri...
 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Agama & Kemiskinan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
gusrus
Co-Admin
Co-Admin


Jumlah posting : 193
Join date : 12.01.10

PostSubyek: Agama & Kemiskinan   Tue Jan 12, 2010 7:29 pm

“Bersedekahlah kamu! Jangan tunggu

sampai suatu saat orang tidak lagi

membutuhkan sedekahmu. Karena yang

mereka minta adalah darahmu

(Hadis)

Islam bukanlah agama yang hanya mengajarkan ibadah ritual belaka. Ajaran Islam tak hanya terbatas ajakan yang bersifat eskatologis yang melulu bicara soal-soal akhirat-surga dan neraka. Kesalehan personal tak berarti tanpa kesalehan sosial. Ketaatan pada Allah mesti sejalan dengan komitmen hubungan saling memberi manfaat antarsesama manusia.

Rasulullah Muhammad diutus tak sekadar membawa perintah shalat, melakukan ibadah dan doa-doa pelipur lara. Jika hanya sebatas ini yang diperjuangkan kekasih Tuhan itu, kaum jahiliyah tidaklah akan sebegitu marahnya pada Muhammad. Yang lebih vital dan substansial yang didakwahkan Nabi adalah pembebasan umat manusia dari belenggu penindasan, ketidakadilan, kungkungan feodalisme dan ketidakseimbangan sosial kultural yang bertentangan dengan fitrah kemanusiaan.

Yang paling ditentang kaum kafir terhadap keberadaan Muhammad adalah fungsinya sebagai pembebas yang menuntut persamaan hak dan peluang dalam mendapatkan keadilan. Muhammad menggugat kesenjangan struktur sosial dan kesewenang-wenangan yang dipraktikkan penguasa feodal yang mengebiri kesehjateraan rakyat.

Nabi Muhammad menuntut tegaknya keadilan dalam segala aspek termasuk keadilan ekonomi dan terbebasnya umat manusia dari penjara kemiskinan. Keadilan ekonomi adalah kerangka vital nilai-nilai Islam. Tanpa terwujudnya keadilan ekonomi niscaya ajaran-ajaran Islam sulit diimplementasikan.

Salah satu misi yang diperjuangkan Muhammad adalah perlawanan terus menerus terhadap kaum kapitalis kuno pada masa itu yang menumpuk modal dan material yang mengakibatkan tidak jalannya distribusi ekonomi sebagai salah satu faktor dari terwujudnya keadilan sosial.

Namun salah satu misi integral dari nilai-nilai Islam ini tidaklah terwujud dalam waktu lama. Sejak terbunuhnya khalifah keempat Ali bin Abi Thalib pergerakan nilai-nilai Islam terutama keadilan ekonomi kembali terseok-seok. Kekhalifan Umayyah di Damaskus di bawah kepemimpinan Muawiyah bin Abu Sofyan, meski dibungkus nilai-nilai Islam namun praktiknya banyak menyeleweng. Muawiyah mengenggam kekuasaan mutlak di tangannya dan memonopoli kegiatan ekonomi. Kondisi ini berlangsung terus sampai hancurnya wilayah-wilayah peradaban Islam dan dunia kemudian didominasi kejayaan peradaban Barat. Sepanjang sejarah dinasti-dinasti Islam, hanya beberapa kali umat dipimpin penguasa yang adil dan dekat dengan rakyat.

Di masa ini, di bawah hegemoni peradaban kapitalisme Barat, di dunia ketiga (kebanyakan bangsa-bangsa Muslim) keadilan ekonomi semakin jauh dari harapan, kemiskinan dan ketertindasan adalah realitas yang akrab pada banyak negara Muslim. Negara-negara kaya terus menerus menguras dunia ketiga dengan segala macam tipu daya. Idiologi ekonomi pasar dipraktikkan secara tidak adil sehingga yang miskin terus dimiskinkan.

Di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim ketidakadilan ekonomi juga berlaku ekstrim. Para pengusaha terus menumpuk kekayaan dengan segala cara. Penguasa bersitungkin untuk menaikkan gaji dan segala macam tunjangan. Wakil rakyat yang dudukpun berbuat sama. Jangankan memperjuangkan nasib rakyat, mereka malah berlomba menaikkan gaji dan tunjangan dengan mengabaikan hidup rakyat yang terus bergelut kemiskinan.

Ajaran Islam yang menekankan kewajiban menyelamatkan anak yatim dan fakir miskin sulit direalisasikan. Kebanyakan orang kaya memboroskan kekayaannya pada konsumsi, kenikmatan pribadi yang tiada habisnya. Diperparah lagi oleh para mubaligh-juru dakwah yang lebih sering bicara soal-soal Islam yang parsial dan dangkal. Jarang sekali mereka mengajak pada tegaknya keadilan ekonomi dan membawa umat pada spirit agama yang menganjurkan orang banyak berusaha dan belajar membangun ekonomi umat supaya mandiri.

Kata bersedekah yang dikutip dalam hadis di atas tidaklah berarti sempit. Sedekah memiliki pengertian luas dan pokok, bahwa orang-orang mampu harus menyelematkan yang lemah dari kemiskinan dan membantu mereka keluar dari ketertindasan. Semua ini adalah prasyarat penting terwujudnya ukhuwah islamiyah

Jangan biarkan ornag miskin terus dalam duka lara. Percuma kita mengaku Islam kalau tidak menyelamatkan hidup mereka. Jangan tunggu mereka marah sehingga kita sudah terlambat untuk membantunya. Seperti kutipan hadis di atas, saat itu mereka tidak lagi butuh bantuan orang kaya, tapi yang mereka minta adalah darah penguasa dan orang kaya. Naudzubillah!

lol!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Agama & Kemiskinan
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
IndoHolic :: THE LOUNGE-
Navigasi: